Sadar nggak kum, saat melakukan hal ini di muka umum?

Sadar nggak kum, saat melakukan hal ini di muka umum?


Halo kum,
Sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari yang namanya kekurangan kan? Nah, salah satu kekurangan yang biasa terjadi adalah ketika kita tidak sadar melakukan suatu hal, lupa, ataupun teledor melakukan sesuatu. Memang dirasa sepele, tapi apa jadinya jika hal tersebut terjadi di tempat umum kum? Tentu bisa jadi malu sendiri atau malah malu-maluin kan? Nah beberapa point di bawah mungkin bisa mewakili temen-temen sekalian dari pengalaman yang ada nih.

1. Denger lagu dan ikutan nyanyi


Mendengarkan musik disaat yang pas tentu enak kan kum? Apalagi ketika sedang galau, pakai headset dan ditemani lagu yang serasa mewakili perasaan. Pas deh rasanya, seperti main video klip sendiri kum. Tapi sadar nggak sedang dimana? Tidak jarang seseorang terbawa suasana dengan alunan lagu dan akhirnya ikutan bernyanyi. Padahal lucu juga sih kalau dipikir-pikir, ketika ditempat umum dan pakai headset, lalu nyanyi-nyanyi sendiri tanpa menghiraukan seberapa keras volume yang keluar dari mulut kita kum. Iya kalau enak, kalau enggak? wkwk
Tidak jarang juga yang lebih membahayakan adalah ketika mendengarkan musik dijalan nih kum, yang seharusnya dijalan wajib selalu waspada itu malah nyanyi-nyanyi sendiri. Info nya lebih fokus aja ya kum, agar tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain nih.

2. Ngupil


Yang satu ini bisa dibilang jorok nih kum, tapi tidak menutup kemungkinan diantara kita juga pernah melakukannya kan? Nah, hanya saja pertanyaannya dimana melakukannya? Tidak jarang juga karena mungkin terlalu asyik menambang "harta karun", sampai-sampai lupa tempat. Misal saat nunggu pacar nyalon, mall dsb yang tentunya banyak orang dan mungkin juga mereka sedang memperhatikan gerak-gerik mencurigakan tangan kita kum. Nah lain kali yang sopan ya, lebih baik mencari toilet atau tempat yang sekiranya pas untuk beraksi. Hehe

3. Mencetin Jerawat


Nah, pada point ini mungkin tidak semua pernah melakukannya. Bisa jadi yang pernah melakukan malah ketawa-ketawa sendiri waktu tahu ada point ini. Karena seharusnya jerawat tidak boleh dipencetin kum, apalagi ketika tidak sadar jika mencetinnya di depan muka umum. Tentu bisa banyak akibatnya, dari mulai iritasi kulit, makin banyak jerawat, sampai pada ngakibatkan kurang enak dipandang jika melakukan hal ini ditempat umum kum. Nah lebih baik tidak perlu mencetin jerawat deh, atau jika ingin cari aman cari tempat yang lebih privasi.

4. Benerin Resleting


Ceritanya sudah rapi, kece dan stylish banget deh. Tapi ternyata pas di tempat acara baru tahu kalau resletingnya terbuka. Nah apa yang mau kamu lakuin kum? Kebanyakan langsung cus benerin resleting ditempat itu kan? Dan tentunya malu dong jika ada yang tahu? Nah, kalau sudah tahu gitu mending langsung aja cus ke tempat yang lebih aman kum. Bisa juga alibi tidak ada apa-apa, pasang muka tanpa dosa dan langsung tarik resleting sekencang-kencangnya dengan ditutupin bawahan baju. hahaha

5. Lihat cermin di jalan


Sesuai pengalaman pribadi nih kum dan juga beberapa temen ane sendiri. Apa yang kalian lakukan ketika melihat cermin pas sedang berjalan? Sedikit atau banyak pasti bapen dong, alias bawa penampilan kum. hehe... Ada yang seolah-olah ngaca sambil jalan, benerin kancing, bahkan ada yang pomade-an disitu kum. Ya itu sesuai dengan pengalaman masing-masing individu ya. Karena tidak jarang seseorang lupa berada dimana saat melihat cermin. Entah karena masa bodoh atau memang lagi butuh buat benerin penampilan, padahal tidak jarang orang lain yang melihat dibuat ketawa karena ulah bercerminnya kum.

Nah dari beberapa point diatas, pernah nyoba yang mana kum? Atau malah ada kesan tersendiri melakukan hal tanpa sadar di muka umum? Tentu hal itu menjadi pengalaman tersendiri, cerita yang berkesan, dan tidak terlupakan. 

Terima Kasih.

Kambing Garing
Catatan Si Garing, Membahas hal-hal kecil yang ada di kehidupan sehari-hari.

Beberapa Hal yang Sepele tapi Dapat Membanggakan Orang Tua


Halo kum,
Kita semua tentu memiliki orang tua kan?
Nah, yang saya maksudkan disini adalah kedua orang tua kandung yang melahirkan & mendidik kita ya kum, Bukan orang yang berusia tua. Hehe. Dan jika kita berbicara tentang orang tua, satu hal yang pasti dipikiran kita adalah bagaimana cara kita sebagai anak dapat membahagiakan beliau.
Semua orang pasti memiliki caranya masing-masing, dimulai dari yang paling susah sampai pada yang menurut kita sangatlah sepele. Nah berikut ini ane lampirkan beberapa hal yang mungkin dapat membanggakan orang tua kita walaupun hal tersebut tergolong sepele kum.

1. Saling menyapa, ramah senyum / mengucapkan salam

Hal sepele yang pertama adalah memberikan salam atau senyuman kepada orang tua ketika kita mulai berjumpa. Karena dengan salam sama saja dengan kita mendoakan orang tua kita agar selalu selamat kum, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak hanya salam lho kum, bisa juga dengan senyuman yang ikhlas yang membuat orang tua bisa lega melihat anak yang dicintainya selalu berbahagia. Hal tersebut juga dapat memberikan rasa kepercayaan dan saling menyayangi kum. Sepele kan? tapi penting untuk diterapkan.

2. Belajar yang rajin

Bagi teman-teman yang masih duduk di bangku sekolah ataupun kuliah, hal ini juga termasuk hal sepele yang dapat membuat orang tua bangga loh. Betapa tidak? Dengan belajar yang rajin, maka orang tua yang membiayai serta mendoakan anaknya tidak akan merasa sia-sia dalam segala hal. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dengan usaha yang rajin maka orang tua tentu akan memahaminya kum. Bahkan point ke-2 ini tidak hanya buat yang masih sekolah atau kuliah ya, yang sudah bekerja dan berkeluarg-pun juga bisa mencoba point kedua ini. Tentunya masa belajarnya berbeda ya kum.

3. Melakukan segalanya dengan ikhlas & maksimal

Hal selanjutnya adalah ikhlas & maksimal dalam melakukan apapun, baik untuk orang tua atau yang lainnya ya kum. Nah, dengan merasa ikhlas maka segalanya tidak akan merasa terbebani. Hal ini juga berkaitan dengan point-point yang lainnya kum. Yang dimaksud maksimal adalah menyelesaikan apapun dengan tuntas, dengan begitu orang tua ataupun orang lain akan lebih memberikan kepercayaan penuh kepada kita. Dengan merasa ikhlas juga, maka point-point yang lainnya juga akan terasa lebih mudah dilakukan kum.

4. Bersyukur dengan apa yang ada / pemberian orang tua dll

Sudah selayaknya sebagai manusia kita harus selalu bersyukur terhadap apapun yang ada. Maka sebagai anakpun kita harus merasa bersyukur, apalagi dengan pemberian orang tua. Apapun yang telah diberikan orang tua, percayalah bahwa itu adalah hal terbaik yang pernah diberikan. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang telah kita dapatkan dari orang tua kita kum. Dengan kata lain mungkin dapat diwakilkan dengan kata 'terima kasih pak, bu' dsb. Dan jangan malah sebaliknya ya kum.

5. Mendoakannya dalam ibadah & setiap waktu

Pada point ke-5 ini bisa dikatakan semua orang tua mendambakannya. Jika dalam agama islam, pahala yang tidak akan terputus adalah pahala anak yang sholih & sholihah. Tidak berbeda jauh dengan agama lainnya yang juga selalu memuliakan orang tua kita. Maka selayaknya kita sebagai anak yang berbakti selalu mendoakan orang tua kita agar selamat di dunia & akhirat, diberikan kesehatan, kelancaran, rezeki yang halal dan lain sebagainya kum. Hal ini mungkin tidak bisa dikatakan sepele ya kum, tapi menurut penulis hal ini gampang-gampang sulit dalam pelaksanaannya, namun besar manfaatnya.


Nah, itulah kum beberapa hal sepele yang mungkin dapat membanggakan orang tua kita. Namun sekali lagi beberapa point diatas tidak bisa sepenuhnya mewakili banyak hal yang seharusnya dapat membanggakan orang tua kita kum. Kembali lagi bahwa setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk bisa membanggakan orang tuanya. Tetap bangga ke orang tua kita, tetap bersyukur terhadap orang tua kita, dan tetap berikan yang terbaik bagi orang tua kita.


Terima Kasih.


Kambing Garing
Catatan Si Garing, Membahas hal-hal kecil yang ada di kehidupan sehari-hari.
Siapa Sangka Hal Ini Dapat Menjadi Keluarga di Perantauan

Siapa Sangka Hal Ini Dapat Menjadi Keluarga di Perantauan

Halo kum, Siapa sih yang gak tau keluarga?
Salah satu definisi dari keluarga itu sendiri adalah satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat, itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kum. Nah pasti semua punya keluarga kan? Dimana ketika mereka ada saat kita membutuhkan semangat maupun dorongan untuk melakukan suatu hal yang berat.
Tapi bagaimana jika keluarga tersebut muncul disaat kita sedang berada di daerah perantauan maupun di daerah yang bukan tempat lahir kita. Biasanya sih terjadi ketika temen-temen kuliah maupun kerja di tempat yang jauh nih kum.

Nah, berikut ini beberapa hal & orang-orang yang mungkin dapat menjadi keluarga baru anda di perantauan kum.

1. Organisasi

Semua orang tau apa itu organisasi, tidak hanya di masa sekolah ataupun kuliah nih kum, di masa kerja pun juga bisa ikut organisasi. Siapa sangka organisasi juga dapat membentuk yang namanya keluarga. Berangkat dari tujuan yang sama serta konsep visi misi yang konkret mampu membentuk kebersamaan keluarga nih kum. Rapat bersama, selesaikan masalah bersama, semuanya bersama-sama demi mencapai tujuan yang diharapkan bersama.

2. Kakak / Teman Seperantauan

Jika anda di perantauan dan menemukan orang yang asalnya sama dengan anda, mungkin orang tersebut juga dapat menjadi bagian dari keluarga di daerah perantauan lho. Siapa sangka, berawal dari logat yang sama, nyambung ketika diajak ngobrol, sesama telat dikirim duit dan lain sebagainya maka selanjutnya anda akan dapat merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan, curhat dll sehingga beberapa gansis berpendapat 'wah keluarga nih'.

3. Ibu dan Bapak Kosan

Nah lain lagi jika agan-sista tinggal di kosan, maka gak heran dong dengan adanya bapak dan ibu kosan. Disitulah bagian mereka yakni sebagai bapak dan ibu kita kedua yang ada diperantauan. Beliau yang mengontrol kita layaknya ayah dan ibu kita sendiri, membantu kita serta memberikan arahan yang baik dan lain sebagainya. (yaa meskipun itu kadang juga tergantung bayaran tiap bulan nya rutin apa enggak, hehe)

4. Langganan Tempat Makan

Nah, nggak nyangka kan kum? Bahwa dimana kita biasa beli makan seperti warteg, kantin kampus/kantor dsb, disitu juga kita dapat menemukan keluarga baru yang mungkin juga dapat memberikan gretongan disaat kritis keuangan sedang menerpa. Bahkan tidak jarang ibu warung yang memberikan nasihat-nasihat bergizi untuk kedepannya buat kuliah maupun kerja kita loh. (apalagi kalau yang jaga kayak di ilustrasi gambar kum, wah bakal jadi keluarga beneran nih, hehe)

5. Dosen Pembimbing Akademik

Mungkin point ini dan berikutnya lebih dikhususkan kepada yang mahasiswa ya kum. Pasalnya berlatar belakang skripsi, tugas numpuk ataupun nilai anjlok bapak ibu ini juga dapat menjadi keluarga kita secara tidak langsung nih kum. Bagaimana tidak, dengan kesusahan kita saat skripsi dll kadang kalanya beliau juga ikut merasakan dan memberikan arahan kepada kita nya. Gak jarang juga beliau nemenin kita saat bimbingan sampai larut malam dan masih banyak lagi. Yang sudah berpengalaman pasti senyum-senyum sendiri ataupun malah grgetan dengan beliau, hehehe.

6. Laboratorium

Bagi teman-teman yang juga ikut serta dalam laboratorium kampus maupun universitas, mungkin juga akan berpengalaman menemukan keluarga didalamnya kum. Pasalnya dengan latar belakang kekompakan saat penyampaian materi, pengertian saat melaksanakan tugas serta berbagai kegiatan didalamnya dll, secara tidak langsung mahasiswa yang terkait juga dituntut untuk lebih menjaga keharmonisan di dalamnya. Tentu ikut serta jadi asisten gak hanya dalam hitungan 2 sampai 3 hari saja kan kum? Butuh konsistensi yang tinggi, mungkin ada yang 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun bahkan ada yang sampai akhir akan tetap mengabdi didalamnya. Bosen pastinya jika didalamnya ya begitu-begitu saja kan? Nah, tapi faktanya berbeda kum. Sesuai dengan apa yang ane alami, dengan terciptanya keluarga didalamnya, keseluruhan akan saling mengerti, saling membantu bahkan saling mendukung dsb ketika salah satu dari mereka terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. (lho kok malah nyanyi, wkwk). Maka waktu yang begitu lama akan merasa lebih sempit dan malah cenderung ingin bertambah lagi ataupun tidak ingin berpisah.

Nah, mungkin beberapa point diatas tidak bisa mewakili keseluruhan yang kita anggap sebagai keluarga kum. Tapi siapapun yang kita anggap keluarga, alangkah baiknya ketika kita dapat membanggakan mereka, memberikan yang terbaik bagi mereka dsb, yang tentunya tidak akan mengecewakan mereka sekarang maupun dikemudian hari.
*Komentar dan lainnya yang bersifat membangun diperbolehkan

Terima Kasih.

Beberapa Alasan Mengapa Seseorang Harus Tuntas di Matakuliah



Halo kum, di tulisan kali ini kita mau bahas tentang 'kenapa sih harus buru-buru nuntasin mata kuliah' padahal tidak sedikit temen-temen bilang kalau kuliah itu nggak hanya buat menghabiskan matakuliah aja, tapi banyak pelajaran yang dapat diambil diluar sana sebagai pembelajaran kehidupan dan lain sebagainya. That's right..
Nah ngomong-ngomong tentang kuliah juga, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk tujuan provokasi atau hal buruk lainnya ya kum. Melainkan untuk semangat setiap mahasiswa maupun pelajar yang ada di Indonesia kita tercinta ini. Btw kuliah itu bisa dibilang susah ya gak susah, dibilang gampang ya gak gampang. Semua relatif tergantung apa dan bagaimana individu itu menjalaninya.
Balik ke pembahasan, kira-kira apa saja yang mendasari judul tersebut, bahwa kenapa mahasiswa atau pelajar harus tuntas dalam matakuliah atau pelajaran yang diambil.

1. Akan ada waktu yang terbuang


Bukannya nggak ada yang sia-sia ketika belajar? Memang tidak ada yang sia-sia ketika kita ingin mencoba dan terus belajar. Tapi tetap saja waktu tidak akan mengulang dan tetap terus berjalan. Ketika pelajaran tersebut dapat dituntaskan dalam sekali jalan, kenapa tidak? Untuk point pertama ini yang dimaksudkan bukan kepada yang terus mencoba untuk belajar, tapi lebih kepada yang menyia-nyaiakan waktunya untuk belajar. Karena tidak sedikit seseorang tidak mengerjakan tugas ataupun pembelajarannya karena hanya main-main saja ataupun dug*m dan lain-lain padahal diakhir keterlambatannya ia mengatakan 'itu karena saya mengikuti organisasi dan bla bla bla'. Setiap orang percaya bahwa organisasi tidaklah seperti itu.

2. Ganti teman

Bukannya teman ya tetap teman? Memang, teman tidak akan tergantikan. Tapi bagaimana jika yang satu telah tuntas dan yang lainnya belum? Tentu yang tuntas akan melanjutkan apa yang telah ia capai, teman tetap teman tapi dalam belajar tetaplah harus saling menghargai. 'Bukan nya itu tidak solidaritas?' Bicara tentang solidaritas, apakah solidaritas harus selalu mengacu pada hal ketika seseorang membutuhkan saja? Jika memang ada solidaritas, yang merasa kurang mampu lah yang mengikuti, bukan terbalik yang sudah baik malah ikut-ikutan tidak baik. Jika seperti itu teman akan berganti, yakni dengan adik angkatan ataupun dengan teman sepermainannya.

3. Kurang pede


Kurang pede? Percaya diri atau tidak kan urusan masing-masing? Iya memang, tetapi ketika telah berganti teman angkatan, apa masih besar rasa percaya diri kita? Sedikit atau banyak pasti akan mengandung rasa segan ataupun kurang percaya diri, padahal pada dirinya terdapat potensi yang dapat ditonjolkan. Sayang kan kum?
 
4. Mau lulus tepat pada waktunya


Tidak bisa dipungkiri bahwa segala yang ada di dunia ini memiliki masanya masing-masing, termasuk ketika kita sekolah, kuliah, bekerja dan lain sebagainya. Ada yang mengatakan bahwa "Semua akan indah pada waktunya", bukan kah begitu? Termasuk dengan kuliah maupun sekolah, semua memiliki waktunya masing-masing. Ketika terdapat matakuliah ataupun pelajaran yang dirasa kurang memuaskan (dengan kata lain tidak tuntas), maka kelulusan tersebut tentu tertunda. Jadi salah satu syarat kelulusan yakni tuntas di matakuliah wajib ataupun pelajaran yang ada di sekolah.

5. Ingin segera dapat pekerjaan
 Kalau sudah lulus bagi yang mahasiswa, ngapain lagi kalau gak kerja ya kum?

6. Mau segera ke pelaminan
 Nah, kalau sudah lulus dan punya pekerjaan? Pasti mau punya pendamping hidup kan kum?

7. Ingin membahagiakan Orang Tua

Nah tujuan dari semuanya dapat dipastikan adalah point ke tujuh ini. Ya nggak kum? Ada juga sih yang enggak, hehe. Tapi sebagian besar adalah iya, ketika seorang anaknya lulus sekolah, kuliah, bekerja dan mendapatkan pendamping yang sesuai dengan yang diharapkan serta berbakti pada orang tua, kedua orang tua pasti akan sangat bahagia meskipun kebahagiaan itu tidak terpancar langsung melalui apa yang beliau perbuat, namun senyuman dan hatinya akan selalu memancarkan kebahagiaan bahwa anak yang telah beliau lahirkan & besarkan telah menjadi orang yang berhasil serta berguna.

Nah dari beberapa point diatas, pada dasarnya semua memiliki masa dan waktunya masing-masing. Jadi jangan sia-siakan waktu untuk bisa belajar dan jika bisa melakukannya dalam sekali tahap, kenapa tidak? Berbeda dengan yang ingin memperdalaminya lagi ya kum, jadi memang harus berulangkali. hehe
Sekali lagi tulisan ini tidak ada unsur memprovokasi ataupun mencemarkan nama baik siapapun. Penulis hanya ingin menyampaikan bahwa teman-teman sekalian mampu untuk belajar dan melakukan yang terbaik.
Terima Kasih 

Jangan Mengatasnamakan "Solidaritas" dalam Hal Berikut Kum




Halo Kum, Apa sih solidaritas itu? Buat apa sih solidaritas itu? Nah loh..
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Solidaritas berarti sifat atau perasaan setia kawan, senasib atau sebagainya. Sebagai manusia yang memang tergolong makhluk sosial, tentu hal itu menjadi salah satu hal wajib yang kita miliki, ya kan kum? Kesana-kemari tentu kita tidak dapat hidup sendirian. Dimanapun kita berada, pastilah kita perlu bantuan orang lain. Atau apakah temen-temen disana bisa hidup sendiri? Nah, gak ada kan kum? Semua orang pasti membutuhkan orang lain. Dari persamaan pikiran, persamaan nasib dan lain sebagainya, timbul lah yang namanya solidaritas sesama, yang pada dasarnya bisa saling membantu, ikut serta membantu dalam kesusahan dll. 
Nah berbicara tentang 'Solidaritas', jika dari teori diatas bilang "sama nasib, sama kesusahan dll" mungkin ada beberapa orang yang berpikir bahwa "jika setia kawan, dia harus ikut dong", " jika kita senasib, dia harus mau dong", dan jika-jika lainnya. Tapi jangan salah kum, ada hal-hal yang dapat mencemarkan arti dari nama 'solidaritas' itu sendiri. Tidak hanya itu, imbasnya pun juga pada semua nya, merusak sampai membunuh masing-masing individunya *yaa mungkin mereka anggap imbasnya itulah yang namanya solidaritas (dalam konteks tertentu)
Beberapa diantaranya, jangan diatasnamakan solidaritas:

1. Nyontek dikelas, Nitip tugas / Absen


Nah, dari yang mungkin paling sepele saja. Banyak yang bilang kalau kita nggak mau nyontekin atau nitipin absen, kita dibilang "Oo gak solid lu", "Gak setia kawan" dsb. Malah justru menurut saya pribadi yang nggak solid itu adalah yang nyontekin dan yang mau absenin itu, karena secara tidak langsung dia membunuh teman yang minta diabsenin ataupun dicontekin dengan cara mematikan pola pikir dan semangatnya untuk belajar. Akhirnya mungkin dia gak akan bisa mata pelajaran yang dicontekin / diabsenin itu meskipun nilai nya sesuai dengan yang diinginkan. (nitip absen disini yang dimaksud itu tanpa hadir dan tanpa keterangan ya, kalau ada keterangan sakit atau apa yaa itu beda lagi kum, hehe)
 
2. Nge-Bully orang lain



Tidak sedikit yang dikatakan temen sekelompok nya (atau geng nya) "dia gak solid" dengan alasan dia gak mau nge-bully orang yang tidak disukai geng nya. Mungkin orang itu lebih tau, bahwa bully itu sendiri tidak baik bagi dia maupun orang yang dibully itu. Dan kenapa lagi solidaritas harus di dasarkan oleh hal yang tidak baik?

3. Sex bebas


Mungkin ini lebih kepada urusan percintaan ya kum, tapi tidak menutup kemungkinan juga tanpa hubungan yang jelas (nikah) mereka tetap melakukannya. 


4. Menggunakan obat-obatan terlarang, miras dsb


Naik ke masalah yang lebih serius nih kum. Bukannya penulis merasa sok baik, polos atau bagaimana, tapi tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa temannya gak solid jika belum melakukan hal-hal yang sama. Sama dalam hal apa? Dalam hal penggunaan narkotika, miras dan lain-lain. Ibarat mereka yang telah tercebur mengikat orang lain agar ikut tercebur juga. Ini terbalik, yang seharusnya jika solidaritas itu tumbuh dengan baik, maka yang sadar dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang itu membantu temannya agar tidak menggunakan obat-obatan haram itu.

5. Ngerampok dan aksi kriminal lainnya

  


Jika hidup ini kita tidak bisa sendirian dan merasa aman jika bersama-sama, mungkin didunia perampokan juga seperti itu ya kum? Karena dengan begitu, atas nama solidaritas mereka menjalankan segalanya bersama-sama termasuk melakukan tindak kejahatan. Mungkin ada yang bilang juga "lo bukan temen gw sebelum lu ngerampok sama gw" *ceilah drama banget, wkwk . Nah padahal jika solidaritas itu memang ada dan bukan embel-embel doang, maka teman yang diajak ngerampok tadi harusnya bisa menunjukkan jalan yang benar kum, jadi bisa sama-sama selamat di dunia dan di akhirat. Kan begitu kan solidaritas itu??



Nah, dari beberapa point diatas masih banyak lagi hal-hal buruk yang seharusnya tidak disangkut pautkan dengan solidaritas, silahkan anda bersolidaritas dalam konteks yang baik dan sesuai dengan norma yang ada. Agar solidaritas itu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain disekitar kita. Artikel ini dibuat tidak untuk memprovokasi siapapun dan tidak ada maksud lainnya, hanya sekedar mengingatkan untuk saling berbagi pemikiran. Komen & saran diperbolehkan kum.

Terima Kasih.